Ini adalah bahaya gas karbon monoksida dari generator

Seorang ibu mengeluhkan kepergian putrinya yang menjadi korban keracunan generator gas di klinik dan apotek Sapta Mitra, Pondok Timur Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/2). (Antara / Paramayuda)

, BEKASI – Selasa pagi, komunitas medis menilai kematian lima karyawan klinik Sapta Mitra Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang dipicu oleh hilangnya karbon monoksida dari generator yang terlalu lama terhirup.

“Karbon monoksida adalah gas berbahaya bagi tubuh jika terhirup dalam waktu lama,” kata dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Bekasi Firdaus Jaya di Bekasi, Selasa (11/2).

Menurutnya, karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin dalam darah untuk mengalahkan oksigen yang terkandung di udara bebas. “Karena kekurangan oksigen, jaringan tubuh tidak berfungsi dan bisa berakibat fatal,” katanya.

Menurutnya, korban tidak akan menyadari bahwa ia telah menghirup gas karena karbon monoksida tidak berwarna. Bahkan jika baunya, korban yang tidur tidak akan menyadarinya.


“Karena mereka tidur, mereka sulit dibedakan karena karbon monoksida dihirup secara otomatis sebagai proses genset murah ,” katanya.

Firdaus mengatakan, kasus serupa juga terjadi pada rekannya di kepulauan Riau. Kasus ini terjadi ketika generator dihidupkan di sebuah klinik di mana listrik mati. “Kasingnya bisa sama, pipa knalpot tidak akan dikeluarkan dari gedung, jadi karbon monoksida semuanya akan berkumpul di klinik,” katanya.

Menurutnya, operator generator harus mengetahui hal ini. Akan lebih baik jika instalasi generator dikonsultasikan dengan tukang listrik atau tukang listrik PLN.

Seperti dilaporkan sebelumnya, sebanyak lima warga tewas dan empat lainnya kritis karena menghirup racun dari generator Klinik Sapta Mitra di toko Pengasinan Pondok 8F-8G Pondok Mas Gading Utara, Rawalumbu. Kasus tersebut masih dalam manajemen kepolisian Kota Bekasi yang memeriksa penyebab sesungguhnya kematian para korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *